Julius adalah korban kekerasan yang sekelompok yang intoleransi terhadap kebebasan beragama.
Rombongan JK sampai ke Pantui Rapih sekitar pukul 14.30. Mereka langsung bergegas menuju Gedung Carolus lantai 5 untuk membesuk Yulius dan korban lain, Wahid.
"Saya sampaikan rasa prihatin, dan simpati. Tidak boleh ada kekerasan yang tidak ditindak, apalagi kalau sampai melibatkan unsur SARA," kata JK yang siang itu mengenakan kemeja putihnya yang khas.
Ia juga menyampaikan kehereanannya terhadap kasus intoleransi yang bisa terjadi di Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai tempat yang begitu toleran dan damai.
"Masa ada orang mau berdoa di rumahnya sendiri tidak boleh," kata JK.
Mantan Wakil Presiden RI itu juga mengakui, Julius adalah bagian dari relawan pendukung pasangan Capresnya, Joko Widodo.
"Tapi bukan karena alasan itu saya datang ke sini. Tapi karena ada korban kekerasan, apalagi karena SARA," kata JK tegas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar