JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
bertemu perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian
Republik Indonesia (Polri) di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta,
Senin (2/6/2014).
Pertemuan ini terkait Pemilu 2014--khususnya Pemilu Presiden (Pilpres)--yang menurut SBY terkait juga dengan reformasi TNI dan Polri yang telah dilakukan sejak 16 tahun lalu.
Dalam instruksinya, SBY berpesan agar jajaran TNI dan Polri bertindak tepat menghadapi Pilpres 2014 mendatang.
"Apel perwira tinggi TNI/Polri ini, adalah inisiatif saya. Acara ini
saya pandang perlu dan penting untuk kita selenggarakan. Agenda dan
topiknya tunggal, yaitu instruksi dan arahan saya agar TNI dan Polri bersikap dan bertindak tepat dalam pilpres," tandas SBY.
Dijelaskan SBY, tepat dalam arti sesuai dengan amanah konstitusi dan
Undang-undang (UU) yang berlaku. Selain itu juga tepat dalam arti sesuai
dengan amanah reformasi TNI dan Polri yang telah dimulai sejak tahun 1998 lalu.
Lebih lanjut, SBY menjelaskan pertemuan ini juga dimintanya untuk
diliput penuh oleh media. Agar jangan sampai ada fitnah dan rakyat pun
bisa mengikuti secara utuh apa yang dibahas kali ini utuh dan benar.
"Maklum saat ini adalah Pilpres, politik masih panas, saling curiga,
intip mengintip. Oleh karena itu sengaja kita buka forum ini agar rakyat
kita bisa mengukuti. Ini juga sesuai prinsip transparansi dan
akuntabilitas yang saya junjung tinggi," ujarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar